Jumat, 09 April 2021

Membahas Lebih Lanjut Star Syndrome Melalui Forum Kesehatan SehatQ.com

Apakah Anda pernah mendengar istilah star syndrome? Star diartikan bintang, sedangkan syndrome bermakna gejala atau ciri-ciri. Apabila kedua kata tersebut digabungkan, star syndrome dimaknai sebagai ‘gejala bintang’. Maksudnya apa, ya? Yuk, bahas lebih lanjut di forum kesehatan SehatQ.

Definisi Star Syndrome
Secara harfiah, kondisi tersebut diartikan sebagai ‘gejala bintang’. Istilah ‘bintang’ tak merujuk pada benda yang ada di langit secara langsung. Namun, bintang merujuk pada seseorang yang mempunyai kepopuleran atau status terpandang di sebuah lingkungan. Kondisi ini juga sering dibahas di forum kesehatan.

Sebutan ini sering kali disematkan pada orang yang lupa diri. Umumnya karena popularitas. Dia terlihat terlalu asyik dengan ketenaran sampai ia lupa realita kehidupannya.

Tidak perlu jauh-jauh melihat para publik figur, pejabat, atau atlet. Orang di sekeliling kita pun dapat terkena sindrom satu ini, lho. Siapapun dapat merasa terkenal, berkuasa, hebat, dan sebagainya. Perasaan tersebut membuat mereka seakan lupa daratan. Ia tak lagi dapat menilai situasi diri serta kemampuannya secara objektif. Salah satu pihak yang paling rawan terjangkit sindrom bintang ialah para selebriti dadakan yang terkenal di media sosial.

Kenali Tanda-tanda Star Syndrome yang Kerap Muncul
Berikut adalah beberapa tanda kondisi ini.

1. Selalu Ingin Jadi yang Paling Hebat Dibandingkan Orang  Lain
Orang yang memiliki tanda sindrom bintang biasanya cenderung merasa ingin selalu menjadi sorotan publik. Bahkan, dapat dikatakan mereka menginginkan serta menyukai sorotan tersebut. Ini adalah yang menyebabkan dia selalu ingin terlihat sebagai paling hebat.

Memang apa salahnya ingin jadi yang paling hebat? Sayangnya, keinginan tersebut umumnya diiringi dengan rasa dengki. Ia berfikir tak ada yang boleh lebih hebat dibanding dia. Maupun lebih disorot darinya.

2. Hanya Ingin Bergaul dengan Sesama Para ‘Bintang’
Tanda lainnya menurut forum kesehatan adalah mereka cenderung selektif ketika berteman. Apabila dulunya sebelum ia merasa terkenal bersedia berteman dengan siapapun. Sekarang ia cuma akan bergaul dengan orang yang dirasa selevel.

Tepatnya, ia mau bergaul dengan orang-orang yang sama terkenalnya. Tujuannya agar dapat meningkatkan popularitasnya sendiri. Sikap tersebut sering juga disebut karakter pansos (panjat sosial).

3. Selalu Ingin Tampil Sempurna Setiap Saat
Sebab ia senantiasa merasa jadi sorotan, maka ia cenderung mempunyai rasa takut tampil apa adanya. Tanpa disadari, mereka selalu ingin tampil ‘oke’ di setiap momen.

Ketakutan ini dapat mempengaruhi mental seseorang apabila dibiarkan terlalu lama. Apalagi jika hal ini cenderung fokus pada hal yang tampak di permukaan.

4. Menjadikan Segala Hal sebagai Konsumsi Publik
Sering mendapati seseorang menjadikan setiap peristiwa dalam hidupnya sebagai konsumsi untuk publik? Hal ini pun salah satu gejala yang kerap muncul pada orang dengan sindrom bintang, lho.

Entah ia dalam kondisi bahagia maupun sedih, semuanya ia bagikan ke media sosial. Padahal, hubungan sosial dunia maya merupakan sesuatu yang cenderung semu. Mereka yang terlihat peduli di dunia maya belum tentu sungguh-sungguh peduli di kehidupan nyata.

5. Sensitif Terhadap Kritik serta Saran
Umumnya, orang yang merasa populer akan amat sensitif pada kritik serta saran. Ia cenderung akan menganggapnya sebagai komentar yang diberikan oleh haters.

Efeknya, antara orang tersebut merasa marah atau justru memandang rendah kritik serta saran yang diperoleh. Hal tersebut sebab ia merasa jauh lebih baik daripada mereka yang memberikan saran mm.

Bahaya Star Syndrome serta Cara Mengatasinya Menurut Forum Kesehatan SehatQ

Meski terdengar sangat sepele, sindrom bintang ternyata amat berbahaya bagi seseorang, lho. Hal ini sebab sindrom bintang dapat membuat seseorang lupa pentingnya prestasi serta kualitas diri.

Ia hanya akan berfokus pada gemerlap popularitas serta merasa tidak perlu meningkatkan kualitas dirinya. Nyatanya, puncak kesuksesan tersebut justru dapat berbahaya. Banyak publik figur yang akhirnya jatuh sebab mereka tidak berhati-hati dalam kondisi ini.

Hal ini pun menjadi penyebab selebriti dadakan umumnya tidak memiliki popularitas yang bertahan lama. Untuk mengatasi serta menghindari sindrom satu ini, Anda harus selalu mawas diri.

Ditambah, peran lingkungan sosial yang positif sekaligus saling membangun juga amat penting. Satu peribahasa yang cocok untuk keadaan ini adalah, Jangan terbang sebab pujian. Jangan tumbang sebab hinaan,.

Nah, itu tadi pembahasan star syndrome. Anda dapat menemukan pembahasan seputar kesehatan mental lainnya di forum kesehatan SehatQ. Download saja aplikasi satu ini via Play Store maupun App Store. Anda juga bisa mengunjungi situs SehatQ.com.

Latest
Next Post